BPS Tanah Laut dan Prodi Akuntansi Perpajakan Politala, Sinergi Kembangkan Literasi Statistik Kampus
Tanah Laut — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanah Laut dan Program Studi D4 Akuntansi Perpajakan Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) menjalin sinergi baru dalam upaya menumbuhkan literasi statistik di kalangan mahasiswa. Kolaborasi ini ditandai dengan audiensi resmi yang digelar di Kantor BPS Tanah Laut, Selasa, (28/10/2025).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai inisiatif untuk mengintegrasikan data statistik ke dalam kegiatan akademik dan penelitian mahasiswa. Salah satu langkah konkret yang akan dikembangkan adalah pemanfaatan Pojok Statistik, sebuah fasilitas BPS yang ditempatkan di lingkungan kampus, khususnya di perpustakaan Politala.
“Pojok Statistik ini bukan sekadar tempat penyimpanan data, tapi menjadi ruang belajar dan berkreasi bagi mahasiswa. Mereka bisa mengolah data mikro BPS menjadi informasi visual seperti infografis, atau bahkan bahan penelitian yang relevan dengan kebutuhan daerah,” ujar M. Riduan Abdillah, S.E. M.Si, Akt,CA. Koordinator Program Studi Akuntansi Perpajakan Politala.
Riduan menambahkan, kerja sama ini membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk berlatih membaca data dan memahami maknanya secara kontekstual. “Kami ingin mahasiswa kami bukan hanya pintar teori, tetapi juga mampu menganalisis data nyata, membuat keputusan berbasis fakta, dan memberi solusi yang berdampak,” ujarnya.
Kepala BPS Tanah Laut, Kepala BPS Tanah Laut, Siswo Widjanarko, M.SE., M.Sc., menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, BPS memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong literasi statistik di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di perguruan tinggi.
“Secara kelembagaan, BPS tidak mengelola data penelitian, tetapi kami siap menyiapkan data yang bisa diakses dan dimanfaatkan oleh akademisi,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa sebagian besar data BPS kini dapat diakses secara terbuka melalui laman silastik.bps.go.id dan melalui Pojok Statistik di kampus.
Selain itu, ia menyebut ada mekanisme PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) untuk data berbayar, namun dalam konteks penelitian akademik, biaya tersebut bisa saja nol rupiah dengan administrasi tertentu. “Kami ingin memastikan data negara ini benar-benar digunakan untuk pendidikan dan penelitian,” tambahnya.
Dalam audiensi tersebut, BPS juga memperkenalkan program unggulan mereka, Desa Cantik (Desa Cinta Statistik), yang setiap tahun memilih desa atau kelurahan untuk dilatih membaca dan memanfaatkan data statistik bagi perencanaan pembangunan berbasis bukti (evidence-based planning).
Melalui kolaborasi ini, Prodi Akuntansi Perpajakan Politala berharap dapat menjadi pionir dalam penerapan literasi statistik kampus di Tanah Laut.
“Mahasiswa akuntansi perlu akrab dengan data. Sinergi dengan BPS ini akan memperkuat kemampuan mereka dalam analisis ekonomi dan kebijakan fiskal daerah,” tutup Riduan.
Kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga statistik ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan generasi muda yang melek data-generasi yang tidak hanya menghitung angka, tetapi juga mampu membaca makna di baliknya.