BERITA AKUNTANSI PERPAJAKAN

Kolaborasi Disnakerind dan Politala: Pemberdayaan IKM Tanah Laut Melalui Pembekalan Keuangan dan Pemasaran Digital

Kolaborasi Disnakerind dan Politala: Pemberdayaan IKM Tanah Laut Melalui Pembekalan Keuangan dan Pemasaran Digital

  • Humas Akuntansi Perpajakan

Pelaihari – Dalam upaya mendukung pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Tanah Laut, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) bekerja sama dengan Program Studi Akuntansi Perpajakan Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) mengadakan pelatihan untuk pelaku IKM di sektor fashion dan sasirangan. Acara ini berlangsung di Aula Paritrana, Disnakerind Tanah Laut, Kamis (13/11) dengan sejumlah pemateri unggulan yang memberikan wawasan penting bagi perkembangan IKM setempat.

Masturi: Pemberdayaan IKM sebagai Kunci Perekonomian Daerah

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Kabupaten Tanah Laut, Masturi, S.STP, yang membuka acara ini, menyampaikan harapannya agar IKM di Tanah Laut dapat berkembang lebih pesat dengan dukungan literasi keuangan dan pemanfaatan pemasaran digital. Masturi menegaskan, "Kami berharap melalui pelatihan ini, IKM di Tanah Laut tidak hanya mampu mengelola keuangan dengan baik, tetapi juga memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas pasar mereka." Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Disnakerind untuk mendukung keberlanjutan IKM di wilayah ini, sehingga mereka dapat bersaing dengan produk-produk dari daerah lain, bahkan internasional.

M. Riduan Abdillah: Kolaborasi Strategis untuk Keberlanjutan IKM

Dalam sambutannya, Koordinator Program Studi Akuntansi Perpajakan Politala, M. Riduan Abdillah, S.E., M.Si., Akt., CA., mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara pihak pemerintah dan dunia pendidikan dalam pemberdayaan IKM. "Kami merasa bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini, karena ini merupakan langkah nyata dalam memberikan solusi praktis untuk IKM Tanah Laut. Dengan adanya pembekalan tentang perhitungan harga pokok produksi, diharapkan para pelaku usaha dapat lebih cermat dalam menentukan harga jual yang kompetitif," ujar Riduan. Ia menekankan bahwa peran perguruan tinggi dalam memberikan pelatihan terkait pengelolaan keuangan dan strategi pemasaran digital sangat penting untuk meningkatkan daya saing IKM.

Fadly Syahputra & Rizky Aldi: Menghitung Keuangan untuk Pertumbuhan IKM

M. Fadly Syahputra, S.E., M.Si, dan Rizky Aldi Setiananda, dua dosen Akuntansi Perpajakan Politala yang turut menjadi narasumber dalam sesi perhitungan keuangan, menjelaskan kepada peserta tentang pentingnya mengelola harga pokok produksi (HPP). "Banyak pelaku IKM, khususnya di sektor sasirangan, yang masih kesulitan dalam menghitung HPP secara tepat. Padahal, ini adalah langkah pertama yang harus dilakukan untuk memastikan keberlanjutan usaha dan kestabilan margin laba," kata Fadly. Rizky menambahkan, "Dengan memahami cara menghitung biaya produksi secara rinci, IKM dapat menentukan harga jual yang lebih realistis dan dapat meningkatkan daya saing di pasar."

Annisa Sari: Pemasaran Digital sebagai Kunci Sukses di Era Modern

Sementara itu, Annisa Sari, M.M., yang menjadi narasumber untuk sesi pemasaran digital, membahas bagaimana media sosial dan platform e-commerce dapat membantu pelaku IKM memasarkan produk mereka secara lebih luas. Dalam pemaparannya, Annisa mengatakan, "Pemasaran digital adalah cara yang paling efektif untuk menjangkau konsumen lebih luas. Dengan memanfaatkan Instagram dan platform e-commerce seperti Shopee, IKM dapat menembus pasar yang lebih besar, bahkan ke luar daerah." Ia juga menjelaskan tentang pentingnya penggunaan strategi pemasaran berbasis digital, seperti segmentasi pasar, branding, dan pembuatan konten menarik untuk menarik perhatian konsumen.

Annisa menegaskan bahwa pemasaran digital tidak hanya untuk mempromosikan produk, tetapi juga untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen. "Pemasaran digital memungkinkan IKM untuk terus berinteraksi dengan konsumen, memberikan informasi produk secara langsung, dan mendengarkan umpan balik dari mereka, yang sangat penting untuk pengembangan produk," ujarnya.

Sinergi yang Mendorong Perkembangan IKM

Kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi pelaku IKM di Tanah Laut tentang bagaimana mengelola keuangan dan memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas pasar mereka. Kolaborasi antara Disnakerind Tanah Laut dan Politala diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan sektor IKM, dengan fokus pada keberlanjutan dan daya saing yang lebih baik.

Dengan penutupan acara, peserta diharapkan bisa lebih siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada untuk mengembangkan usaha mereka. Kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi merupakan langkah strategis untuk menciptakan IKM yang lebih profesional dan berkelanjutan di Kabupaten Tanah Laut.