BERITA AKUNTANSI PERPAJAKAN

Menilik Dapur Vokasi: Alasan FEB Uniska Jalani Kajian Tiru ke Program Studi Akuntansi Perpajakan Politala

Menilik Dapur Vokasi: Alasan FEB Uniska Jalani Kajian Tiru ke Program Studi Akuntansi Perpajakan Politala

  • Humas Akuntansi Perpajakan

PELAIHARI — Ruang pertemuan Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) tampak lebih sibuk dari biasa, pasalnya kampus yang berlokasi di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan ini, menerima kedatangan rombongan akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Kalimantan (Uniska). Agendanya cukup padat: sebuah kunjungan akademik (kajian tiru/benchmarking) untuk membedah 'dapur' Program Studi Sarjana Terapan (D4) Akuntansi Perpajakan Politala. 

​Langkah FEB Uniska menyambangi Pelaihari bukan tanpa alasan strategis. Dekan FEB Uniska, Hj. Farida Yulianti, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa Politala memiliki keunikan yang tak dimiliki kampus lain di wilayahnya. "Kami mengadakan kunjungan ke sini karena Program Studi Akuntansi Perpajakan untuk Kalimantan Selatan hanya ada di Politeknik Negeri Tanah Laut," ujar Farida.

​Menyambut inisiatif tersebut, Wakil Direktur 1 Bidang Akademik Politala, Dr. Fatimah, S.Si., M.P., menegaskan komitmen institusinya sebagai kampus vokasi yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan riil pasar. "Kita membuka seluas-luasnya untuk bekerjasama. Visibilitas kita adalah melihat keperluan industri," tegas Fatimah.

​Kurikulum Berbasis Praktik dan Mitra Industri

​Bintang utama dalam pertemuan lintas institusi tersebut adalah pemaparan komprehensif dari Koordinator Program Studi D4 Akuntansi Perpajakan Politala, M. Riduan Abdillah, S.E., M.Si., Akt., CA. Di hadapan para tamu, Riduan membongkar racikan kurikulum yang membuahkan akreditasi "Baik Sekali" dari LAMEMBA yang berlaku hingga 27 Maret 2030, meskipun program studi ini baru resmi mengantongi SK Pendirian pada 1 Maret 2023. 

​Menurut pemaparan Riduan, kekuatan utama program studi ini terletak pada porsi praktik yang sangat dominan. Dari total beban studi 148 SKS yang tersebar dalam delapan semester, sebanyak 87 SKS atau setara 59% dialokasikan murni untuk praktik. Sementara itu, materi teori diberikan porsi 61 SKS atau sekitar 41%. 

​Penyelarasan dengan industri juga dilakukan secara masif. Politala secara rutin melakukan audiensi penyesuaian kurikulum ke berbagai mitra strategis, mulai dari instansi pemerintah seperti Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Pelaihari, hingga raksasa industri seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT CJ CheilJedang Feed Kalimantan, dan PT Panen Embun Kemakmuran (OMBE). Kolaborasi ini semakin mengukuhkan ciri khas program studi pada sektor Smart Agro Technology. 

​Inovasi Digital dan Produk Intelektual

​Lebih jauh, Riduan memamerkan fasilitas dan ragam produk intelektual yang digarap secara mandiri oleh ekosistem program studi. Mahasiswa tidak sekadar dijejali konsep, melainkan langsung dihadapkan pada sarana pembelajaran berbasis kompetensi level 6 KKNI. Mereka dibiasakan menggunakan perangkat lunak industri riil seperti Zahir Accounting, Accurate, hingga Simulator Coretax dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP). 

​Keseriusan Politala dalam melakukan transformasi digital dan mencetak lulusan berdaya saing (seperti Akuntan Pajak dan Analis Pajak) dibuktikan dengan lahirnya berbagai karya produk intelektual terapan. Beberapa di antaranya dipaparkan dalam kunjungan tersebut: 

  • ​Kalkulator PPh 21: Sebuah aplikasi web otomasi perhitungan pajak penghasilan yang telah disesuaikan dengan metode Tarif Efektif Rata-Rata (TER) berdasarkan PMK No. 168/2023.
  • ​LEDGER (Learning Digital Akuntansi Generasi): Platform pembelajaran interaktif yang dirancang untuk mendobrak mitos bahwa akuntansi itu rumit. Aplikasi ini mengubah teori padat menjadi pengalaman belajar yang visual, praktis, dan menyenangkan.
  • Tax Recal: Aplikasi Tax Remind Calendar yang difungsikan sebagai pengingat siklus dan kewajiban perpajakan terintegrasi untuk tahun 2026.

Saat ini, program studi unggulan yang diasuh oleh 22 dosen bersertifikasi kompetensi bergengsi (seperti Brevet Pajak, Teknisi Akuntansi, hingga Chartered Accountant) tersebut tercatat mendidik 189 mahasiswa aktif dari tiga angkatan sejak tahun 2023. Kunjungan dari Uniska ini diharapkan tak sekadar menjadi ajang transfer of knowledge, melainkan embrio kolaborasi jangka panjang antar institusi pendidikan tinggi di Kalimantan Selatan guna mencetak teknokrat akuntansi dan perpajakan yang tangguh di era digital.