BERITA AKUNTANSI PERPAJAKAN

Politala Dorong Kemandirian Desa Lewat Program Desa Binaan di Panggung Baru

Politala Dorong Kemandirian Desa Lewat Program Desa Binaan di Panggung Baru

  • Humas Akuntansi Perpajakan

Pelaihari, Kalimantan Selatan - Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) resmi melaksanakan Program Desa Binaan 2025 di Desa Panggung Baru, kecamatan Pelaihari, sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian masyarakat dan memperluas akses pendidikan tinggi di daerah.

Kegiatan ini digelar di kantor desa setempat dan diisi serangkaian layanan yang menyasar berbagai aspek kesejahteraan warga, mulai dari edukasi hingga pendampingan bisnis.

Layanan Prodi Akuntansi Perpajakan: Manfaat Nyata bagi Warga Desa

Salah satu penggerak utama dalam program ini adalah Program Studi (Prodi) Akuntansi Perpajakan (AP) Politala. Koordinator Prodi AP, M. Riduan Abdillah, S.E., M.Si., Akt., CA, menyatakan bahwa desa binaan akan menjadi “laboratorium sosial” di mana mahasiswa bisa langsung menerapkan ilmunya untuk membantu masyarakat.

“Melalui layanan konsultasi administrasi perpajakan dan bisnis, kami bantu warga mengurus NPWP, memahami kewajiban perpajakan, serta merancang proposal usaha agar BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) mereka lebih layak,” ujar Riduan, Selasa, (18/11/2025).

Beberapa layanan yang diberikan oleh Prodi AP dalam program desa binaan antara lain:

  • Aktivasi CoreTax: membantu warga mendaftar dan menggunakan aplikasi pajak digital CoreTax.
  • Pembuatan NPWP: pendampingan untuk warga yang ingin mendaftarkan Nomor Pokok Wajib Pajak.
  • Konsultasi proposal kelayakan usaha untuk BUMDes: mahasiswa dan dosen AP membantu menyusun proposal bisnis, analisis keuangan, dan proyeksi usaha.
  • Konsultasi penerbitan sertifikat produk halal: bagi pengusaha desa yang ingin mengembangkan produk halal, Prodi AP memberikan panduan administratif dan regulasi.
  • Konsultasi penggunaan QRIS: pendampingan dalam penggunaan sistem pembayaran digital agar usaha lokal bisa lebih modern dan efisien.

Layanan-layanan tersebut menunjukkan komitmen Prodi AP tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mitra pembangunan ekonomi di desa.

Dampak dan Harapan

Riduan menambahkan bahwa program ini tidak hanya menguntungkan warga desa, tetapi juga memberikan pengalaman pembelajaran nyata bagi mahasiswa. “Mahasiswa kami bisa belajar tidak hanya dari buku, tetapi dari lapangan. Mereka melihat langsung tantangan UMKM desa dan belajar bagaimana memberikan solusi berbasis akuntansi dan pajak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Panggung Baru menyambut baik inisiatif Politala. Tidak hanya karena manfaat jangka pendek berupa pendampingan usaha, tetapi juga karena sinergi pendidikan tinggi dengan masyarakat lokal dapat memperkuat fondasi pembangunan desa secara berkelanjutan.

Kolaborasi Lebih Luas

Program Desa Binaan Politala juga tercatat sebagai bagian dari komitmen Politala dalam pengembangan daerah. Sebelumnya, Politala dan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menandatangani MoU yang mencakup pendampingan desa melalui matching fund, pembinaan BUMDes, serta pengembangan teknologi tepat guna di desa-desa.

Dengan model seperti ini, Politala menegaskan peranannya bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan vokasi, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial-ekonomi di kabupaten Tanah Laut.